Mayat Yang Ditemukan di Perkebunan Wilayah Juriya Bilato, Polres Gorontalo Tetapkan Seorang Tersangka Diduga Pelaku Pembunuhan.

resgorontalo.gorontalo.polri.go.id – Penemuan mayat Inisial DT (74) alias Opa Dauda di  sekitar perkebunan wilayah Dusun Juriya Selatan Desa Juriya Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo oleh istri dan cucu korban beberapa waktu lalu, Kamis (29/09), sekitar jam 18.15 wita, akhirnya Reskrim Polres Gorontalo menetapkan seorang tersangka diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Kapolri

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Gorontalo AKBP Dadang Wijaya, SIK, MM melalui Press Conference, Selasa (04/10/2022), dimana setelah dilakukan penyelidikan melalui pengumpulan barang bukti di lokasi kejadian serta pengambilan beberapa keterangan masyarakat sekitar, akhirnya ditetapkan seorang tersangka inisial DY (41), warga Desa Juriya Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo, yang diduga menghabisi nyawa korban.

AKBP Dadang menjelaskan bahwa motif tersangka melakukan pembunuhan dikarenakan sakit hati, dimana DY percaya bahwa korban memiliki ilmu hitam atau guna-guna yang menyebabkan saat ini  dirinya (red_DY) dalam keadaan sakit, sehingga merencanakan pembunuhan terhadap korban.

Lebih lanjut, Kapolres Gorontalo memaparkan bahwa aksinya tersebut dilakukan ketika DY menyusul korban DT berjalan menuju kebun miliknya, dimana Setibanya di lokasi kebun, tersangka DY melihat korban sedang membuka terpal, pada saat itu juga tersangka mendekati korban dari arah belakang dan langsung menusuk / menikam korban menggunakan sebilah pisau / badik yang sebelumnya telah di persiapkan, dengan mengena pada bagian dada kiri (bawah ketiak) korban, disusul tusukan kedua mengena bagian pundak kiri korban.

Setelah melancarkan aksinya, tersangka pun langsung pulang meninggalkan korban. kemudian sesampainya dirumah, tersangka mengganti baju dan celana yang digunakan saat melakukan aksinya.  setelah itu, tersangka keluar rumah menuju arah sungai dan membuang seluruh baju, celana serta sebilah pisau ketengah- tengah sungai yang dibungkus bersamaan dengan batu.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka pun di kenai pasal 340 KUHP Subs 338 KUHP lebih Subs pasal 354 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.

“guna mempercepat proses perkara, saat ini pelaku dilakukan penahanan di rumah tahanan Polres Gorontalo serta mencari beberapa barang bukti yang dibuang pelaku kesungai” pungkas AKBP Dadang.

 

 

Penulis   :    Yolanda

Editor     :    RR Katili

Publish   :    Yolanda