Ipda Pranti KBO Reskrim Polres Gorontalo Menjadi Narasumber Dalam Acara Program D’ Harmony Yang Digelar Oleh Stasiun TVRI Gorontalo.

Limboto – Kaur Bin Ops (KBO) Reksrim Polres Gorontalo Ipda Pranti Natalia Olii, SH menjadi narasumber pada program acara D’Harmoni oleh Stasiun TVRI Gorontalo yang mengangkat tema “Peran wanita terhadap korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)” berlokasi di areal rumah dinas jabatan Gubernur Gorontalo, Rabu (21/10/2020) Jam 13.00 wita.

Selain Ipda Pranti, hadir narsumber lainnya yaitu Ibu Yeyen Sidiki,S.E, M.M sebagai Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dengan dipandu langsung oleh Ibu Tia Badaru selaku pembawa acara pada program tersebut.

Dalam dialog, Ipda Pranti mengatakan bahwa untuk penanganan korban KDRT memang membutuhkan penanganan khusus, dimana Korban kekerasan akan diterima di ruang Unit khusus Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang sebagian besar diawaki oleh Anggota Polwan dengan harapan korban merasa aman dan nyaman. Sehingganya dalam hal pengananan kasus KDRT, Polisi Wanita (Polwan) lebih dikedepankan.

Lebih lanjut, Ipda Pranti Menjelaskan bahwa sebagaimana diatur dalam UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang mana menjadi korban kekerasan bukan saja anak, wanita atau Asisten Rumah Tangga, melainkan suami dengan mengalami kekerasan Fisik, Psikis, Kekerasan Seksual dan penelantaran dalam rumah tangga.

Ipda Pranti juga menambahkan, untuk korban kekerasan memiliki hak mendapatkan perlindungan baik dari Keluarga, Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan dan Pemerintah. Disamping itu, korban juga berhak mendapat pelayanan kesehatan apabila mengalami luka diakibatkan oleh KDRT, dilakukan penanganan khusus untuk menjamin kerahasiaan identitas korban, adanya pendampingan hukum serta pelayanan kerohaniaan.

Pada segmen akhir, Ipda Pranti menghimbau kepada masyarakat gorontalo apabila mengalami kekerasan dalam rumah tangga, jangan segan-segan untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib dalam hal ini di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak baik di Polda maupun Polres, Karena hal tersebut merupakan perbuatan melawan hukum dan ada sanksi pidananya.

“kepada warga yang mengalami tidakan kekerasan dalam rumah tangga, supaya melaporkannya ke pihak kepolisian sebab perbuatan tersebut melawan hukum dan ada sanksi pidana” tutup Ipda Pranti.

 

Penulis     :  Desry

Editor       :  RR Katili

Publish     :  Desry